twitter


Perkalian 25 memang sangat susah
Tapi kalau memakai trik ini, pasti lebih gampang!

Triknya:
<yang akan dikalikan 25> : 4 x 100
Apabila sisanya 0, angka 00nya tetap menjadi 00
Apabila sisanya 1, angka 00nya menjadi 25
Apabila sisanya 2, angka 00nya menjadi 50
Apabila sisanya 3, angka 00nya menjadi 75
Contoh:
25 x 12 = …….

Caranya:
12:4×100 =
3×100      = 300
Karena sisa dari 12 dibagi 4 tidak ada (0), maka 00 tetap menjadi 00
Jadi hasilnya 300!
Coba hitung dengan menyusun, pasti benar

Contoh 2:
25 x 11 =….
Caranya:
11:4×100 =
2 (sisanya 3)x100 = 200
Karena 11 dibagi 4 mempunyai sisa 3, maka angka 00 dari bilangan 200 menjadi 75
Jadi hasilnya 275!
Selasa, 06 September 2011 | 0 komentar | Label:

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. 


Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa satu  tahun lebih aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

    Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

 Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Allah agar pilihan  akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam

Kamis, 01 September 2011 | 0 komentar | Label:
Dulu..
Kamu yang menggebu.
Mencari tahu.
Tapi kini, kamu menjauhiku dan berlalu.

Sempat ku tanyakan kabar, hanya senyap yang ku dapat.
Aku diamkan, kamu semakin hanyut dalam diam.
Semua seolah terputus.
Jaring komunikasi berteknologi tinggi pun seolah percuma. 
" Bagaimana bisa berkomunikasi jika jemarimu seolah tak kuasa menyentuh keyboard? "
" Bagaimana bisa berkomunikasi, jika handphone, satu-satunya benda yang selalu menempel di sakumu dibiarkan beku?"
Gelisahmu, kebisuanmu, kegamanganmu seolah sepakat memusuhiku.

Jangan paksa aku untuk menebak-nebak apa maumu dengan berusaha memahami kebisuanmu.
Jangan pula memaksaku untuk mengerti arti perubahan sikapmu.
Aku tidak bisa melakukan itu.

Duhai kamu..
Pintuku terbuka lebar untukmu.
Tak peduli berapa pun banyaknya lukamu.

Percayalah…
Setiap masalah akan menemui jalannya sendiri.. 

**Ditulis untuk seorang sahabat, kerabat dan seseorang yang paling kusayangi*
Senin, 29 Agustus 2011 | 1 komentar | Label:
Mungkin perkalian 1 x 11 sampai 9 x 11 sudah kalian hafal.
Karena itu sangat gampang, contoh:
1 x 11 = 11
8 x 11 = 88
9 x 11 = 99

Memang itu gampang, tetapi bagaimana kalau perkalian 10 x 11 sampai 20 x 11?

Caranya:
12 x 11
Tulis angka yang akan dikalikan 11 tapi kosongkan tengahnya!
1_2 (Perhatikan. Di antara 1 dan 2 ada ruang kosong)
Maksud “_” adalah ruang kosong antara 1 dan 2. Jadi bila menulis di buku, gantilah “_” dengan spasi / tempat kosong

Lalu coba jumlahkan kedua angka itu ( 1 + 2).
Hasilnya pasti 3 kan?

Lalu taruh angka 3 di antara kedua angka itu. Lalu itu akan menjadi seperti ini:
Sebelum = 1_2
Sesudah = 132

Tapi apabila perkalian 19 x 11 bagaimana caranya?
Caranya:
Isikan tempat kosong di antara 1 dan 9 (1_9).
Lalu hitung 1 + 9.

Hasilnya pasti 10 kan? Tapi jangan menjawab hasil dari 19 x 11 = 1109!

Tapi caranya begini:

Tulis dahulu di kertas orak-orek angka 10. Lalu masukan angka akhirnya (0) jadinya seperti ini: 109.

Tapi bagaimana dengan angka 1 nya? Caranya tambahkan angka akhir dari 19 (1 nya) dengan angka 1 nya (sisanya).

1 + 1 tentu hasilnya 2 kan? Nah, sekarang kita ganti angka terakhir dari 109 menjadi 2 dan hasilnya menjadi seperti ini:

209. Coba hitung dengan cara menyusun. Hasilnya pasti 209. Gampangkan!
Semoga bermanfaat “ totohermawan@yahoo.co.id
Minggu, 21 Agustus 2011 | 0 komentar | Label:

          Mengekpresikan fungsi-fungsi ke dalam sesuatu yang mengandung bilangan nol tidaklah suatu gagasan yang baik. Cobalah mengekspresikan persamaan kuadrat seperti di bawah ini:

z² - 11z + 28 = 0

Huruf z digunakan untuk mengganti x karena untuk diaplikasikan ke dalam bilangan kompleks. ( materi kuliah kompleks )



         Ruas kiri dari persamaan di atas adalah fungsi polinomial. Apabila anda mengisi nilai z dan memasukkan ke dalam persamaan di atas, akan diketahui nilai atau besaran fungsi.
Misalkan z = 8, nilainya: 64 – 88 + 28 = 4; jika z = i (bilangan imajiner),
          nilainya: 27 – 11i.

       Sekarang carilah nilai z dari persamaan di atas. Dengan menjawab soal ini, maka Anda dapat membedakan antara fungsi dan persamaan.

Jawaban :
z² - 11z + 28 = 0 dapat dipecah menjadi (z – 4)(z – 7) = 0 sehingga diperoleh z1 = 4 dan z2 = 7.

Kamis, 18 Agustus 2011 | 3 komentar | Label:
            
           Sebuah kereta api berangkat dari Jakarta menuju Semarang pada jam 13.00 dengan kecepatan 50 km/jam. Tiga jam kemudian (jam 16.00), kereta api lain berangkat dari Semarang menuju Jakarta dengan kecepatan 25 km/jam. Jarak antara Jakarta – Semarang adalah 450 km.
    Pada jam berapa kedua kereta api ini akan berpapasan?
    Disarankan menggunakan teknik substitusi.

 
                                             
Jawaban :

     Misalkan waktu tempuh KA Jakarta sampai tempat berpapasan: t1 dan waktu tempuh KA Semarang sampai tempat berpapasan: t2, dimana t1 = t2 + 3. Jarak yang ditempuh KA Jakarta = x, maka x = 50 t1 atau 50(t2 + 3) dan andaikan jarak yang ditempuh KA Semarang = y, maka y = 25t2. Maka x + y = 50 t2 + 150 + 25t2 = 75t2 + 150 = 450 dan diperoleh t2 = 4.

Kedua kereta akan saling berpapasan pada pukul 20.00.
| 0 komentar | Label:
 kok cepat sih menghitungnya..... ?
 ini tak  kasih tipsnya
Masih ingat pelajaran 2 sd
Kalau udah lupa ini tak ingatkan kembali hehe
24 = … ?
24
2  menyatakan puluhan
4  menyatakan satuan
Apa hubungannya dengan menghitung cepat ?
Jelas ada,,,  orang bahasa bilang hukum sebab akibat,,,,  hehe ada angka ada rumus… itu nama hukum sebab akibat  :-y

Ini rumus memnghitung cepat pangkat dua
rumusnya:
(angka yg di kuadratkan + satuannya) X puluhan X 10 + satuan^2
keterangan puluhan itu bisa termasuk ratusan


contoh 752 yg di anggap puluhan pada rumus ini adalah 75
mungkin masih bingung
ambil contoh saja
23^2 = ( 23 + 3) X 2 X 10 + 32 =
23^2 = 26 X 2 X 10 + 9
23^2 = 520 + 9
23^2 = 529

efektif sekali bila menghitungnya tanpa kertas ( diluar kepala )
dalam matematik untuk membuktikan rumus tak cukup hnya sekali percobaan
ambil contoh lagi
108^2 = (108 + 8 ) X 10 X 10 + 82 =
108^2 = 116 X 100 + 64
108^2 = 11600 + 64
108^2 = 11664



            Rumus ini bisa menghitung perpangkatan berapa saja angka yg berjuta juta jg bisa. Smga rumus ini berguna ^_^

coba lah menghitung angka berikut dengan cara ini
1009^2 =
285^2 =
88^2 =
| 0 komentar | Label: