twitter

Tampilkan postingan dengan label Surat Ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Ku. Tampilkan semua postingan


     "...Sahabat seperti bintang, walau jauh, tapi tetap bercahaya Meskipun kadang menghilang, tapi sebenarnya di tetap ada di tempatnya. Dia tak mungkin dimiliki, tapi tak bisa dilupakan, dia selalu di hati...Sahabat bisa marah, tapi ga bisa membenci. Sahabat bisa menangis, tapi kadang ga bisa melihatmu sedang menangis. Sahabat bisa saja diam, tapi akan bertindak cepat saat kau disakiti...Sahabat adalah dorongan ketika kau hampir berhenti, petunjuk ketika kau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika kau berduka, memahapmu ketika kau hampir tergelincir, dan mengalungkan butir – butir mutiara doa padamu...Rabb, jagalah sahabatku dalam agama-Mu. Kuatkan pijakan kakinya dijalan-Mu. Kuatkan jasadnya dengan rahmat-Mu. Kuatkan ruhnya dengan kecintaan padaMu. Buatlah dia tersenyum sampai kelak ke Syurga-Mu.."

       Sungguh penting banget sahabat dalam hidup ini....Aku tak bisa mengelak pernyataan ini. Tanpa sahabat di sisiku, aku merasakan kekosongan dalam hatiku. Saat dia bersamaku, aku seperti punya kekuatan tambahan untuk bergerak melangkah ke depan dengan semangat dan lebih kuat tentunya. Sahabatku, dimanapun kau berada semoga hati kita selalu dipertautkan oleh-Nya. Sahabatku, maafkanlah segala kesalahanku selama ini, baik yang aku sengaja atau yang ga sengaja, atau juga baik yang terucap di depanmu atau pun yang di belakangmu. Maafkan, kalau aku terlalu cuek, kalau aku terlalu egois, dan seringkali tak bisa memahami apa yang kau rasakan... 

        Sahabatku, aku selalu berusaha memahami kalian terlebih dahulu. Setelah itu, aku berusaha merespon dengan gayaku yang kadang berbeda tuk tiap karakter. Tapi maafkanlah aku, jujur kata hatiku yang pernah berteriak, ”mohon juga mengertilah keadaanku yang sangat terbatas ini”, ”aku tak 100% seperti yang kau pikir”, ”aku tak bisa selalu jadi yang kau inginkan”, ”aku hanyalah seorang manusia, yang juga punya perasaan, jadi tengoklah perasaanku”....

Maafkanlah semuanya itu...

       Yang aku inginkan sekarang, aku ingin kalian mewujudkan permintaanku, aku minta KALIAN SEMUA TERSENYUM MEMBACA TULISANKU INI ^_^....permintaanku ini mudah khan tuk diwujudkan...

      THANKS FOR ALL....SAHABAT-SAHABATKU TERSAYANG. Aku tak bisa memberikan sebuah hadiah yang luar biasa, hanya ucapan terima kasih beriring doa, agar kalian semua selalu dalam ridhoNya.Amiin...
  
Kamis, 15 September 2011 | 0 komentar | Label:

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu. 


Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa satu  tahun lebih aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

    Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu... aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

 Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Allah agar pilihan  akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam

Kamis, 01 September 2011 | 0 komentar | Label:



Assalamu ‘alakum sahabat…

Semoga  saat  kalian  membaca  surat  ini, kalian  dalam  keadaan  tersenyum.  Karena Allah  telah  menghadirkan  kembali  rasa  sayang  serta  KasihNya  padamu. rasa  yang sama  saat  kita  bersama  dulu,  menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai  senyum dalam  keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana  penuh  cinta.

Sahabatku...........
Sekali  lagi  aku  menyapamu,  untuk  sebuah  rasa  rinduku  pada  kalian. Bagimana kabar  kalian  hari ini?  Dari  tempat  aku menulis sepucuk surat ini, aku selalu berdoa dalam  segenap  hatiku, agar kalian di sana tetap teguh dalam keimanan, dan Allah tak pernah hentinya mencurahkan RahmatNya padamu.

Sahabat…......
Pernahkah kau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita? Adakah semua kenangan indah yang kita alami terjadi begitu saja. Aku tak kuasa membendung butiran cinta bila merenungi semua ini. Semalam di sepertiga malamku, ku curahkan segenap rinduku pada Sang Pemberi Cinta, karena aku tahu padaNya lah bermula rasa rinduku pada kalian. dan tak lupa sebait doa ku lantunkan di sepertiga malam ku itu, agar kalian selalu dalam naunganNya.

 
  Sahabat…...
Gak kerasa udah hampir 5 bulan kita sahabatan. Hari demi hari  dilewatin gitu aja sampe - sampe aku kerasa kita udah disini aja,Inget gak dulu pertama - tama kita kenal bareng? Gak pernah terlintas di otak ku bahwa ku bakalan temenan sama kalian. Waktu itu ku menganggap ku gak mau terlalu dekat sama siapa pun krn bulan depan ku akan sibuk dengan skipsiku, jadi daripada ku berat meningalin kalian besuk, mending ku jaga jarak dan berteman gak  terlalu dekat dengan siapa pun. Tapi siapa yang nyangka, disitu lah ku bisa kenal kalian. Ifran dengan sifat narsisnya , danang dengan rambutnya yang menantang langit ,sandika yang cuek habis kaya petapa keluar dari sarangnya , beti dengan gaya lebaynya yang  menjadikan suasana menjadi gilani , tuti dengan gaya suka dengerin orang gomong dan pendiam , susanti dengan muka polos yang bener - bener polos , ista dengan gaya humornya yang so akrab gitu  dan nurika dengan jilbab pesantrennya,Entah kenapa takdir membuat kita bersembilan jadi sekelompok kkn sama ku, yang mengharuskan kita bersembilan harus bisa bekerjasama satu sama lain. Awalnya ku gak gitu suka sama kalian. begitu juga kalian kan?! heheheh... tapi ya, klo kata peribahasa, tak kenal maka tak sayang !
Sahabatku........
Tanpa disadari kita jadi teman, teman jadi sahabat, dan tanpa disadari kaya gak bisa dipisahin satu sama lain. Sifat kita gak pernah sama, bahkan gak ada yang sama. Masa - masa itu bener-benar saat-saat emas buat ku! Jalan jalan bareng, ngerjain laporan sift sift an, ncari makan bareng sampai hujan hujanan dan masih banyak lagi cerita seru  yang telah kita alami bersama. Rasanya tiap pagi ku slalu ga sabar untuk ketemu kalian, ngobrol sama kalian, curhat2an ga jelas sampe - sampe berbusa mulut ini ngomong.dan Kemarin, kita ketawa gak jelas..kaya orang gila aja. Dan sekarang kita telah dipisahkan oleh kesibukan kita masing masing. 

Sahabatku......                                                                             
tahukah  kalian bahwa kkn yang kita laksanankan itu adalah program  perbaikkan  gizi..
biasanya makan 2 kali sehari sekarang 3 kali sehari..hehe.. yang bikin aq salut ma kalian adalah rasa kompak untuk berbohong..proker gak jalan tulis jalan.. absensi gak ada cari absensi… hehe.. tapi gak apa-apa kalau gak berbohong kita gak dapat jam.. iya pha iya…. Hehe

Sahabatku.....
tahukah  kalian bahwa kelompok lain berwisata diobyek obyek wisata kuliner dan terkenal.. beda sama kita,kita berwisata ditempat wisata yang gak terkenal dan jarang dikunjungi orang karena kita punya prinsip “ hemat beby  “ itu prinsip kita semua kalau mau pergi jalan jalan. hihi
   Sahabatku....                                                          
Inget gak ketika dipondokan, itu hari terakhir kita bersembilan menari manari india, itu salah satu momen yang membuat hatiku senang karena kita biasa akrab sampai segitunya. *lucu ya kita saat itu* . dan masih banyak lagi cerita tentang kita yang masih mebekas di fikiranku dan akan selalu ku kenang sampai akhir hayat ku..

   Sahabatku, yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan
dalam surat yang kutulis ini, saya minta maaf kepada temen2 kkn 2b1 yang gak bisa saya sebutkan namanya satu satu. Saya minta maaf karena selama saya didepan saya gak bisa menjadi contoh buat temen teman dan sering berbohong pada kalian. Kebohogan yang saya lakukan itu demi kebaikan kalian, dan saya melakuan kebohongan itu ada alasanya : biar kalian besok ingat bahwa kalau ada orang yang ketahuan berbohong ingat toto karena “ simbah saya bilang : kejelekan orang yang diperbuat itu mudah diingat orang dari pada kebaikan kebaikan yang dilakunya “. dan alasan yang kedua, biar ada bahan omongan bagi temen temen agar gak ngelamun dan gak bosen, karena saya berfikir Bila yang diomongin orang sendiri ketemu minta maaf selesai, jika yang diomngin orang lain,belum tentu kita ketemu orang itu dan belum sempet minta maaf ..tambah dosa lagi hehe 

     Sahabatku, yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan.......
Bila bisa memilih, aku ingin selalu setia bersama kalian, mendengarkan cerita – cerita indah kalian, atau menghiburmu kala kalian sedang berduka. Tapi, aku mengerti bahwa sang Khaliq telah menyiapkan skenario terindahnya untuk kita, sehingga Tak ku risaukan lagi apapun takdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Aku bersyukur karena Allah telah menghadirkan dirimu pada sepotong mozaik hidupku yang singkat ini. Sepotong kenangan indah bersama kalian yang mampu mencerahkan setiap langkahku.

Sahabatku,........
Semenjak kita berpisah, aku telah mengenal banyak orang, bertemu bermacam rupa manusia. Namun, tak kutemukan satupun perasaan yang sama saat bersama kalian. Ada kehangatan jiwa yang ku rasakan, saat kita menertawakan kecerobohan kita sendiri, kau telah mengajari aku bagaimana cara agar kita tetap tersenyum, meski takdir terasa pahit.

Sahabatku….
Ku harap kalian selalu dalam kebaikan, jagalah selalu shalatmu, tilawahmu, serta lisanmu.
Sehingga para malaikat menyaksikan kalian sebagai hambaNya yang sempurna dalam keimanan. Sahabatku, ku harap pula agar kalian selalu menjaga akhlakmu di manapun kalian berada, serta kepada siapapun, kepada orang yang muda ataupun tua, bahkan kepada orang – orang yang membencimu sekalipun. Begitu juga diriku, ku mohon agar kalian selalu mendoakanku. Agar kita bisa menjadi pribadi yang menawan karena akhlak dan ilmu.

Sahabatku...
Seterjal apapun perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Ku mohon padamu, janganlah pernah berpaling dari cahayaNya. Yakinlah, bahwa kalian tak pernah sendiri, Allah dengan segala kemurahanNya akan selalu membimbingmu, asal dirimu selalu menjaga waktu untuk selalu dekat padaNya.

  Sahabatku yang hatinya selalu terpancar cahaya Illahi, selalu ada ruang dihatiku untukmu, karena kau telah terlebih dahulu membesarkan hatiku. Dan aku berharap semoga kita bertemu kembali walau di tempat dan waktu yang berbeda, namun masih ada cinta di sana.
    Sahabatku, yang karena Allah aku merindukanmu.
Inilah sepucuk surat yang ku tulis untukmu, ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah. Semoga setelah kalian membaca suratku ini, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalanNya.

Wasaalm.
Sebagai penutup surat ku ini kutuliskan puisi buat kalian sahabat sahabat ku ….. Sahabat
…bila hati tak dapat bicara…
…maka insan yang menceritakan…
…bila hati tak dapat bertingkah…

…maka raga yang menggerakan…
…bila hati tak dapat lagi ceria…
…maka dirimu yang dapat membuat bahagia…
…sahabat genggamlah ketenangan dan…
…selimuti dirimu dengan kebahagiaan…

…sahabat bila kepedihan membelenggu dalam jiwamu…
…redamlah rasa itu dengan senyummu…
…jika lautan ku jadikan tinta…
…dan danau ku jadikan kata – kata…
…maka tak cukup kutuliskan…

…semua kenangan yang telah tercipta…
…thks buat kalian “ temen2 kkn 2B1”…


Jika kalian rindu akan kebesamaan kita selama kkn 
Dengerin aja musik kebangsaan kita
“ekustik dg judul sebiru hari ini”
Insya kangen kalian akan
Terobati.
By : teman kkn kalian
“Toto hermawan”

Sabtu, 16 Juli 2011 | 1 komentar | Label: